Selasa, 05 Juli 2011

Cara Menjadi Kaya
By galeriukm -- Category: Manajemen Keuangan
Menjadi orang kaya adalah dambaan hampir setiap orang, meski ukuran kekayaan itu adalah relatif. Satu orang yang telah memiliki sejumlah uang tertentu, rumah, kendaraan dan lain-lain bisa jadi merasa belum kaya, sedangkan bagi orang lain sudah cukup. Pada dasarnya kekayaan adalah apa yang diakumulasikan, bukan yang dibelanjakan. Jadi orang yang hobi membelanjakan uangnya belum tentu ia orang kaya.

Jika anda ingin hidup dengan kekayaan, berikut langkah dan cara yang bisa ditempuh untuk menjadi kaya:
1.Hidup sederhana.
Orang-orang dengan penghasilan tinggi yang membelanjakan seluruh uangnya untuk bersenang-senang tak bisa dianggap orang kaya. Mereka ceroboh karena hanya hidup untuk hari ini. Anda tentu masih ingat bukan dengan pepatah “Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian”? Jadi, hiduplah sederhana pada hari ini agar bisa menikmati hidup Anda nanti.
2. Membuat perencanaan.
Perencanaan dilakukan tidak hanya dalam periode satu tahun, misalnya, tetapi selamanya. Dan, hiduplah sesuai dengan perencanaan Anda tersebut hari ini, besok, bahkan sampai 30 tahun berikutnya. Luangkan waktu untuk membuat perencanaan ini dan awasi perencanaan itu setiap hari. Gunakan budget dan tetaplah berpegang pada budget tersebut.
3. Lakukan diversifikasi.
Leslie Lassiter, Direktur Pelaksana JP Morgan Private Wealth Management, mengatakan, orang-orang kaya biasa membuat diversifikasi untuk investasi mereka. Cara ini membuat mereka lebih fleksibel untuk bertahan pada masa-masa sulit. “Klien yang paling kaya memiliki portofolio yang sangat bervariasi, yang bukan sekadar saham, obligasi, melainkan juga hedge funds, mata uang, dan komoditas,” katanya. Ada banyak reksadana yang memungkinkan Anda mendapatkan tipe kelas-kelas aset.
4. Kurangi penggunaan kredit dan beralihlah ke tunai.
Orang-orang kaya tentu bisa saja membeli rumah atau mobil mewah secara tunai. Namun, kita yang mempunyai penghasilan rata-rata pun bisa meniru kebiasaan ini. Bayarlah barang-barang yang Anda inginkan secara tunai. Itu artinya: bila tak ada uang tunai, tak perlu membeli barang tersebut. Menumpuk utang kartu kredit untuk barang-barang mahal atau liburan yang mewah tak akan membuat Anda menjadi kaya.
5. Miliki akses ke uang tunai.
Meskipun telah menginvestasikan sebagian uangnya, orang kaya masih bisa memiliki uang tunai ketika membutuhkannya. Jadi, ketika ada kebutuhan mendadak, Anda tidak kesulitan untuk memenuhinya.
6. Sebarkan tabungan tunai Anda.
Simpan uang Anda dalam beberapa tabungan yang berbeda. Cara seperti ini akan membantu Anda untuk mengatur budget. Misalnya, satu rekening bank digunakan sebagai biaya operasional sehari-hari. Rekening lainnya untuk tabungan hari tua, dana pendidikan, dana liburan, dan lain sebagainya. Menggunakan beberapa akun di bank juga memungkinkan Anda mendapatkan manfaat yang berbeda-beda.
7. Ajarkan anak untuk menabung dan bagaimana mengelola keuangannya.
Bila orangtua bisa memberi contoh tidak berperilaku konsumtif, anak akan meniru. Orangtua yang tidak konsumtif memiliki pola pikir gengsi bukan terletak pada merek atau jumlah barang yang dimiliki. Orangtua akan mengajarkan anak-anak membeli barang sesuai kebutuhan dan kemampuan. Dengan demikian, anak akan lebih menghargai uang dan lebih cerdas mengatur keuangannya.(Galeriukm).
Sumber:
http://female.kompas.com/read/2011/04/18/15475372/7.Langkah.Menjadi.Orang.Kaya

Selasa, 17 Mei 2011

mate-matika sedekah ust yusuf mansur

Matematika Sedekah dari Ustadz Yusuf Mansur
Dikontribusikan oleh : Kholik

Di usianya yang tergolong muda, kelahiran 19 Desember 1976, jadi usianya baru 30 tahun-an pada 2007 ini, sosok
Ustad ini memang layak untuk dipanggil Ustad atau Guru dalam ilmu Islam. Ya, inilah Ustad Yusuf Mansur, masih muda
usia, tetapi "pamor" dirinya sudah menasional, bahkan mungkin sudah "go international". Saya memang baru mengenal
dia, pada saat ikut ke dalam kelompok atau majelis taklim binaannya. Dan, di Surabaya katanya baru pertama kali
digelar majelis taklim binaannya ini. Dan, beruntung saya bisa ikut hadir di sana. Pada saat itu, Ustad Yusuf Mansur
memberikan uraian menarik mengenai "Shodaqoh" atau "Sedekah".Meskipun saya sudah tahu mengenai Keagungan AlQur'an, yang memberikan gambaran kepada kita, bahwa dengan sedekah ini, kita bisa memperoleh ampunan Allah,
menghapus dosa, dan menutup kesalahan serta keburukan. Sedekah bisa mendatangkan ridha Allah, juga bisa
mendatangkan kasih sayang dan bantuan Allah. Tetapi, dengan penjelasan tentang sedekah ini, oleh Ustad Yusuf
Mansur; benar-benar semakin membuka "mata-hati" saya, bahwa selama ini ternyata saya telah rugi besar, berkaitan
dengan sedekah ini.
Ustad Yusuf Mansur memberikan ilustrasi yang sangat mudah dan "gamblang", bagaimana sebenarnya dan sebaiknya
sistem sedekah ini bekerja. Ini sungguh luar biasa prima. Dengan tetap bergaya "anak muda", maka ustad ini
menunjukkan sekaligus mengingatkan ke setiap orang yang hadir, bahwa Allah sendiri telah menjanjikan, jika manusia
mau bersedekah, maka Allah pasti akan menggantinya dengan jumlah minimal 10 (sepuluh) kali lipat. Dan, ini ada dasar
hukumnya, yaitu tertulis di dalam Al-Qur'an Surat: 6, Ayat: 160, dimana Allah menjanjikan balasan 10 x lipat bagi mereka
yang mau berbuat baik. Bahkan di dalam Al-Qur'an Surat: 2, Ayat: 261, Allah menjanjikan balasan sampai 700 x
lipat.Menurut ustad muda ini, dengan berpedoman pada Al-Qur'an tersebut, maka kita bisa membuat "hitung-hitungan"
matematika, yang disebutnya sebagai MATEMATIKA DASAR SEDEKAH. Nah, inilah yang luar biasa prima itu.
Matematika sedekah ini, sungguh sangat berbeda dengan ilmu matematika yang dulu pernah kita pelajari di
sekolah...benar-benar berbeda.Dia memberikan ilustrasinya sebagai berikut:10 - 1 = 9 ... ini ilmu matematika yang biasa
kita terima di sekolah dulu.Tetapi ilmu Matematika Sedekah adalah sebagai berikut:10 - 1 = 19 ... ini menggunakan
dasar, bahwa Allah membalas 10 x lipat pemberian kita.Sehingga kalau dilanjutkan, maka akan ketemu ilustrasi seperti
berikut ini:10 - 2 = 2810 - 3 = 3710 - 4 = 4610 - 5 = 5510 - 6 = 6410 - 7 = 7310 - 8 = 8210 - 9 = 9110 - 10 = 100Nah,
sungguh menarik bukan? Lihatlah hasil akhirnya. Kita tinggal mengalikan dengan angka 10, berapa pun yang kita
sedekah kan atau kita berikan dengan ikhlas kepada orang lain yang membutuhkan bantuan kita. Dan, kita pakai acuan
balasan dari Allah yang minimal saja, yaitu 10 x lipat, bukan yang 700 x lipat. Intinya: Semakin banyak bersedekah,
maka pasti semakin banyak penggantiannya dari Allah SWT.Tinggal kita yang mau membuka mata, bahwa
pengembalian dari Allah itu bentuknya apa? Bukalah "mata hati" kita, selalu lah berpikir positif kepada Allah. Bukankah
Allah berfirman, "Aku adalah sebagaimana yang diprasangkakan hamba-Ku kepada-Ku". Oleh karena itu, selalu lah
berprasangka baik kepada Allah, maka Allah akan serta merta menunjukkan KeMaha Kebaikan-Nya kepada kita. Allah
pasti membalas kebaikan kita dengan balasan yang PAS, yang setimpal dengan amal perbuatan kita.Salam Luar Biasa